Han Ay Lie

Professor of Structural and Material Engineering at Diponegoro University

Cerita dari Irene Sitohang

Nama saya Irene Sitohang. Saya menempuh pendidikan S-1 Teknik Sipil Undip tahun 2014-2018. Saya beruntung memiliki kesempatan belajar 1 tahun di Hanze University of Applied Sciences di Groningen, Belanda di tahun terakhir perkuliahan saya.

Kehidupan saya di Groningen tidak seperti mahasiswa pada umumnya, yang mengikuti kelas di kampus atau belajar sampai malam di perpustakaan. Selama 1 tahun di Groningen, saya magang di kantor pemerintah Provinsi Groningen. Magang ini terdiri dari 100 hari bekerja untuk lulus mata kuliah magang dan magang untuk mengerjakan skripsi yang topiknya saya dapat dari perusahaan tersebut. Ini adalah kesempatan yang sangat berharga karena saya dapat merasakan suasana kerja secara profesional di kantor di Belanda.

Di awal magang, saya belum terbiasa dengan cara kerja orang Belanda yang suka dan selalu berdiskusi dan saling melakukan tanya jawab dengan kolega lain. Berdiskusi dan mengutarakan pendapat pribadi dengan orang yang lebih tua terasa asing bagi saya. Padahal, di Belanda, semua orang setara dan semua pendapat dihargai. Hal tersebut sulit bagi saya di awal, tetapi lama kelamaan saya terbiasa.

Hidup di negara asing dengan segala tantangannya membuat saya mau tidak mau berpegang prinsip “pokoknya harus bisa”. Sehingga hal-hal yang tidak mudah pun bisa saya jalani: mengerjakan tugas magang dan skripsi dengan sumber bacaan berbahasa Belanda, membuat tugas dokumen kontrak dengan software yang full berbahasa Belanda, ditarget bertanya 3x sehari dari company supervisor karena saya minim bertanya, sampai selalu mencocokkan jadwal di agenda untuk bertemu/konsultasi. Khusus untuk yang terakhir, ini akhirnya menjadi kebiasaan saya sehingga kalender di HP penuh dengan agenda-agenda dari jadwal bertemu orang sampai berbelanja di supermarket.

Hidup di Groningen tidak melulu soal kerja magang. Saya senang berkumpul bersama teman-teman Indonesia tiap Jumat dan masak bersama. Lalu, saya juga ikut serta dalam angklung PPI Groningen dan berlatih untuk tampil dalam acara tahunan PPI Groningen: Indonesian Day 2018. Di luar itu, saya senang mengeksplor kota-kota dan berbagai museum di Belanda di akhir minggu. Sudah lebih dari 15 museum dan banyak kota di Belanda yang saya kunjungi selama 1 tahun.

Bersama teman-teman Angklung PPIG

Perjuangan saya di Groningen berakhir manis dengan suksesnya skripsi saya. Skripsi saya berkaitan dengan infrastruktur sepeda. Proses pembuatan skripsi sangat saya nikmati karena saya senang bersepeda. Harapan saya, ilmu yang saya dapat selama pembuatan skripsi dapat diwujudkan di Indonesia. Siapa tahu suatu saat Indonesia memiliki jalur sepeda sekeren Belanda.

Setelah sidang skripsi bersama para supervisor dan penguji

Terakhir, saya mengucapkan terima kasih kepada Bu Ayke atas dukungannya kepada saya selama menempuh pendidikan di Belanda. Mengenal Bu Ayke membuat saya termotivasi untuk selalu berkembang menjadi pribadi yang bekerja keras dan bermimpi besar.